SID
Pilar 1 · Teras Nagari
Data terbuka Nagari Dalko.
Demografi, pembelajaran, pembangunan, ekonomi, cuaca, dan IoT dalam satu pusat data nagari.
Ringkasan Nagari Dalko.
Penduduk, layanan belajar, UMKM, dan indikator pembangunan yang tersedia saat ini.
5
Penduduk
Penduduk terdata dalam SID
2
Pelatihan
Pelatihan siap dipelajari
2
Modul
Modul terbit
1
UMKM
Rumah usaha aktif
0
Produk
Produk dipublikasikan
Demografi
Kelompok Usia
Kapabilitas
Pendidikan
Ekonomi Warga
Pekerjaan Terbanyak
Pembangunan dan lingkungan
SDGs dan IDM
18 dari 18 poin nagari terdata
IDM 2024
MAJU
0,7162
0,7486
IKS
0,6000
IKE
0,8000
IKL
Aktivitas belajar warga nagari.
Ringkasan kegiatan belajar tanpa menampilkan nama, akun, maupun progres perorangan.
0
Warga Belajar
Warga aktif yang memiliki aktivitas belajar
0
Sedang Belajar
Warga dengan modul yang masih berjalan
0
Modul Diselesaikan
Akumulasi penyelesaian modul
0
Sertifikat Terbit
Sertifikat pelatihan yang telah diterbitkan
Kesiapan data lingkungan nagari.
Cakupan prakiraan BMKG dan keadaan perangkat EWS aktif berdasarkan rekaman yang tersimpan.
Terdaftar
Cakupan Cuaca BMKG
Kesiapan kode wilayah untuk prakiraan cuaca
0
Titik Pantau IoT
Perangkat EWS yang aktif
0
Data IoT Terkini
Terhubung dan merekam dalam 20 menit terakhir
0
Perlu Perhatian
Titik terkini berstatus waspada, siaga, atau awas
Capaian 18 poin pembangunan nagari.
Skor ditarik otomatis dari sistem Kemendesa dan diperbarui berkala.
Skor Keseluruhan
43,1%
Sosial
5 poin pembangunan
Rata-rata pilar
48,4%
Lingkungan
6 poin pembangunan
Rata-rata pilar
34,0%
Ekonomi
5 poin pembangunan
Rata-rata pilar
46,6%
Hukum & Tata Kelola
2 poin pembangunan
Rata-rata pilar
48,7%
45 indikator
Sasaran dan indikator pengukurannya
16.1 Menurunnya jumlah kasus pembunuhan di Nagari, hingga 0
- 16.1.1 Jumlah kasus kejahatan pembunuhan di Nagari pada satu tahun terakhir
16.2 Menurunnya jumlah konflik sosial di Nagari, hingga 0
- 16.2.1 Jumlah konflik sosial di Nagari pada satu tahun terakhir
16.3 Menurunnya jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan/atau laki-laki di Nagari, hingga 0
- 16.3.1 Jumlah kasus kekerasan terhadap warga di Nagari dalam satu tahun terakhir
- 16.3.2 Jumlah korban kekerasan terhadap warga di Nagari menurut jenis kelamin dalam satu tahun terakhir
16.4 Menurunnya jumlah kasus perkelahian di Nagari, hingga 0
- 16.4.1 Jumlah kasus perkelahian di Nagari dalam satu tahun terakhir
16.5 Menurunnya jumlah kasus kriminalitas di Nagari, hingga 0
- 16.5.1 Jumlah kasus kriminalitas di Nagari dalam satu tahun terakhir
16.6 Meningkatnya keamanan lingkungan permukiman Nagari
- 16.6.1 Tersedianya peraturan Nagari dan/atau peraturan kepala Nagari yang mengatur mengenai sistem keamanan lingkungan
- 16.6.2 Proporsi pos ronda di Nagari terhadap jumlah dusun dan/atau rukun warga
- 16.6.3 Rata-rata jumlah kegiatan ronda atau keamanan lingkungan di dusun dan/atau rukun warga dalam 1 (satu) minggu
16.7 Tersedia peraturan Nagari dan/atau peraturan kepala Nagari yang mengatur mengenai perlindungan hak anak
- 16.7.1 Tersedianya peraturan Nagari dan/atau peraturan kepala Nagari yang mengatur mengenai perlindungan anak
16.8 Menurunnya jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Nagari, hingga 0
- 16.8.1 Jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Nagari dalam satu tahun terakhir
- 16.8.2 Jumlah korban kekerasan terhadap anak di Nagari berdasarkan jenis kelamin dalam 1 (satu) tahun terakhir
16.9 Menurunnya persentase warga Nagari yang menjadi korban perdagangan orang di Nagari, hingga 0%
- 16.9.1 Tersedianya peraturan Nagari dan/atau peraturan kepala Nagari yang mengatur mengenai pencegahan perdagangan orang
- 16.9.2 Jumlah warga Nagari yang menjadi korban perdagangan orang di Nagari dalam 1 (satu) tahun terakhir
16.10 Tersedia layanan bantuan hukum oleh Nagari
- 16.10.1 Tersedianya pos bantuan hukum di Nagari
- 16.10.2 Jumlah warga Nagari yang menjadi paralegal Nagari
- 16.10.3 Jumlah kegiatan konsultasi hukum di pos bantuan hukum Nagari dalam 1 (satu) tahun terakhir
- 16.10.4 Jumlah kegiatan konsultasi hukum yang diajukan oleh warga Nagari kepada pos bantuan hukum Nagari dalam 1 (satu) tahun terakhir
- 16.10.5 Jumlah kegiatan penyelesaian masalah di pos bantuan hukum Nagari melalui tata cara non-litigasi, dalam 1 (satu) tahun terakhir
- 16.10.6 Jumlah kegiatan penyuluhan hukum di Nagari dalam 1 (satu) tahun terakhir
16.11 Meningkatnya persentase warga miskin yang menerima bantuan hukum, hingga 100%
- 16.11.1 Persentase warga miskin yang menerima bantuan hukum Nagari melalui tata cara litigasi dalam 1 (satu) tahun terakhir
- 16.11.2 Persentase warga miskin yang menerima bantuan hukum Nagari melalui tata cara non-litigasi dalam 1 (satu) tahun terakhir
16.12 Menurunnya jumlah kasus tindak pidana korupsi, hingga 0
- 16.12.1 Tersedianya peraturan Nagari dan/atau peraturan kepala Nagari yang mengatur mengenai akuntabilitas sosial
- 16.12.2 Jumlah kasus tindak pidana korupsi dalam kegiatan penyelenggaraan Nagari dalam 1 (satu) tahun terakhir
- 16.12.3 Jumlah musyawarah Nagari untuk penyampaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan pembangunan Nagari dari kepala Nagari kepada BPD dan masyarakat Nagari dalam 1 (satu) tahun terakhir
16.13 Tersedia kegiatan pencegahan tindak pidana korupsi
- 16.13.1 Jumlah kegiatan pencegahan tindak pidana korupsi di Nagari dalam 1 (satu) tahun terakhir
16.14 Tersedia kegiatan penanganan tindak pidana korupsi
- 16.14.1 Jumlah kasus tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan Nagari yang dilaporkan kepada penegak hukum
- 16.14.2 Jumlah kasus tindak pidana korupsi dalam penyelenggaraan Nagari yang dilakukan penindakan oleh penegak hukum
16.15 Meningkatnya presentase serapan anggaran pendapatan dan belanja Nagari
- 16.15.1 Persentase serapan anggaran pendapatan dan belanja Nagari dalam 1 (satu) tahun anggaran terakhir
16.16 Tersedia penilaian kepuasan masyarakat terhadap layanan publik di Nagari
- 16.16.1 Tingkat kepuasan warga Nagari terhadap layanan publik dalam 1 (satu) tahun terakhir yang diukur menggunakan kartu penilaian warga (community scorecard)
- 16.16.2 Jumlah pengaduan warga Nagari kepada pemerintah Nagari dan/atau BPD mengenai penyelenggaraan Nagari, dalam 1 (satu) tahun terakhir
- 16.16.3 Persentase pengaduan warga Nagari mengenai penyelenggaraan Nagari yang ditindaklanjuti oleh pemerintah Nagari dan/atau BPD, dalam 1 (satu) tahun terakhir
- 16.16.4 Persentase warga Nagari yang memanfaatkan kartu penilaian warga (community scorecard)
- 16.16.5 Persentase warga Nagari yang menyampaikan pengaduan kepada pemerintah Nagari dan/atau BPD mengenai penyelenggaraan Nagari, dalam 1 (satu) tahun terakhir
16.17 Persentase perempuan menjadi anggota BPD dan/atau perangkat Nagari, minimal 30% dari kuota
- 16.17.1 Proporsi keterwakilan perempuan sebagai anggota BPD terhadap jumlah anggota BPD, dalam 1 (satu) tahun terakhir (target 30 dari seluruh anggota BPD)
- 16.17.2 Proporsi perempuan sebagai perangkat Nagari terhadap jumlah perangkat Nagari, dalam 1 (satu) tahun terakhir (target 30 dari seluruh perangkat Nagari)
16.18 Meningkatnya persentase perempuan yang berpartisipasi dalam musyawarah Nagari minimal 30%
- 16.18.1 Persentase perempuan yang hadir dalam musyawarah Nagari untuk penyusunan RKP Nagari, dalam 1 tahun terakhir (target 30 dari seluruh peserta musyawarah Nagari)
- 16.18.2 Persentase perempuan yang hadir tetapi tidak memiliki hak suara dalam musyawarah Nagari untuk penyusunan RKP Nagari, dalam 1 (satu) tahun terakhir
16.19 Meningkatnya persentase warga Nagari yang memiliki akte kelahiran hingga 100%
- 16.19.1 Persentase warga Nagari yang memiliki akta kelahiran dalam 6 (enam) bulan terakhir
16.20 Meningkatnya persentase nilai capaian pelindungan hak asasi manusia bagi warga Nagari yang marginal dan rentan, hingga 100%
- 16.20.1 Tersedianya peraturan Nagari dan/atau peraturan kepala Nagari yang mengatur mengenai pelindungan hak asasi manusia bagi warga Nagari yang marginal dan rentan
- 16.20.2 Persentase warga Nagari yang masuk dalam kelompok marginal dan rentan yang memperoleh bantuan langsung tunai, dalam 1 (satu) tahun terakhir
16.21 Tersedia informasi Nagari
- 16.21.1 Tersedianya informasi tentang penyelenggaraan Nagari
16.22 Tersedia akses masyarakat terhadap informasi Nagari
- 16.22.1 Jumlah warga Nagari yang mengakses SID, dalam 1 (satu) tahun terakhir
16.23 Tersedianya layanan pengaduan masyarakat melalui pos bantuan hukum Nagari terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia
- 16.23.1 Jumlah pengaduan masyarakat melalui pos bantuan hukum Nagari terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia
- 16.23.2 Persentase pengaduan masyarakat terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang diterima dan ditindaklanjuti oleh pos bantuan hukum Nagari
Status nagari menurut Kemendesa.
Gabungan tiga dimensi: ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.
IDM 2024
Maju
Skor 0,7162
Target berikutnya Mandiri
Ambang skornya 0,8156
Perlu tambahan skor 0,0994
Tiga Dimensi Penyusun
Indikator yang perlu diperbaiki
Rekomendasi kegiatan dari Kemendesa untuk menaikkan status nagari.
| Dimensi | Indikator | Keterangan | Kegiatan Disarankan | Pelaksana | Skor | Tambahan Indeks |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Ketahanan Sosial | Skor Akses Sarkes | Waktu tempuh dari ≤ 30 Menit | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Dokter | Jumlah Dokter Tidak ada | Pengadaan Min 1 org Dokter |
|
0,0000 | 0,0095 |
| Ketahanan Sosial | Skor Bidan | Jumlah bidan ≥ 1 orang | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Nakes Lain | Jumlah tenaga kesehatan lainnya tidak ada | Pengadaan Nakes Min 5 Org |
|
0,0000 | 0,0095 |
| Ketahanan Sosial | Skor Tingkat Kepesertaan BPJS | Jumlah peserta BPJS/jumlah penduduk antara 0,1 s.d 0,25 | Fasilitasi kepesertaan BPJS warga Desa hingga > 75% |
|
2,0000 | 0,0057 |
| Ketahanan Sosial | Skor Akses Poskesdes | Jarak tempuh menuju Poskesdes = 500 Meter | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Aktivitas Posyandu | Jumlah Posyandu aktif 1 bulan sekali/ Jumlah Posyandu > 0,75 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Akses SD/MI | Jarak tempuh menuju SD atau MI = 3000 Meter | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Akses SMP/MTS | Jarak tempuh menuju SMP atau MTs ≤ 6000 Meter | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Akses SMA/SMK | Jarak tempuh menuju SMU atau SMK ≤ 6000 Meter | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Ketersediaan PAUD | Jumlah PAUD ≥ 1 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Ketersediaan PKBM/ Paket ABC | Jumlah PKBM atau Paket ABC Tidak ada | Pelaksanaan Kegiatan PKBM/Kejar Paket A B C |
|
1,0000 | 0,0076 |
| Ketahanan Sosial | Skor Ketersediaan Kursus | Jumlah Pusat Keterampilan atau Kursus Tidak ada | Pengadaan Tempat Kursus/Pelatihan |
|
1,0000 | 0,0076 |
| Ketahanan Sosial | Skor Ketersediaan Taman Baca/ Perpus Desa | Taman Bacaan Masyarakat atau perpustakaan Desa tidak tersedia | Pembangunan PerpusDes/Taman Bacaan Mayarakat |
|
1,0000 | 0,0076 |
| Ketahanan Sosial | Skor Kebiasaan Goryong | Terdapat Kebiasaan Gotong Royong | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Frekuensi Goryong | Frekuensi Gotong Royong > 2 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Ketersediaan Ruang Publik | Ruang Publik tidak terdapat didesa | Pembangunan Ruang Publik |
|
1,0000 | 0,0076 |
| Ketahanan Sosial | Skor Kelompok OR | Jumlah kelompok kegiatan olahraga 2 s.d 3 | Penambahan Min 6 Kelp Olahraga |
|
2,0000 | 0,0057 |
| Ketahanan Sosial | Skor Kegiatan OR | Jumlah kegiatan olahraga > 7 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Keragaman Agama | Jumlah Jenis Agama di Desa > 1 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Keragaman Bahasa | Jumlah Bahasa yang digunakan sehari-hari > 1 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Keragaman Komunikasi | Warga Desa terdiri dari Suku > 1 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Poskamling | Terdapat Pos Keamanan di Desa | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Siskamling | Terdapat Sistem Keamanan Lingkungan warga di Desa | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Konflik | Tidak terdapat atau tidak ada Konflik di Desa | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor PMKS | Jumlah PMKS tidak ada atau 0 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor SLB | Jumlah Skor SLB antara 4 s.d 5 | Penanganan SLB |
|
3,0000 | 0,0038 |
| Ketahanan Sosial | Skor Akses Listrik | (Jumlah Keluarga Memakai listrik + non Listrik/Jumlah keluarga memakai listrik) antara 0,5 s.d 0,59 | Fasilitasi Akses Listrik warga hingga >90 % dari jumlah KK |
|
2,0000 | 0,0057 |
| Ketahanan Sosial | Skor Sinyal Tlp | Sinyal telepon seluler di Desa Lemah | Fasilitasi Upaya Penguatan Sinyal Telp |
|
3,0000 | 0,0038 |
| Ketahanan Sosial | Skor Internet Kantor Desa | Terdapat fasilitas internet di kantor Desa | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Akses Internet Warga | Terdapat Akses internet warga di Desa | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Akses Jamban | Warga Desa BAB di Jamban Sendiri | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Sampah | Warga desa membuang sampah di tempat Lainnya | Warga desa membuang sampah di tempat Lainnya |
|
0,0000 | 0,0095 |
| Ketahanan Sosial | Skor Air Minum | Sumber air minum berasal dari PAM, Air Ledeng tanpa Meteran | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Sosial | Skor Air Mandi & Cuci | Sumber air mandi dan cuci berasal dari PAM, Air Ledeng tanpa Meteran | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor Keragaman Produksi | Jumlah Industri Mikro/ Jumlah KK ≥ 0,004 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor Pertokoan | Jarak ke kelompok pertokoan terdekat > 25 KM | Pembangunan Pusat pertokoan melalui kerjasama antar desa/melayani beberapa desa |
|
1,0000 | 0,0222 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor Pasar | (Total KK/jumlah pasar(permanen)) = 0 | Pembangunan Pasar Permanen |
|
1,0000 | 0,0222 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor Toko/ Warung Kelontong | Jumlah Toko dan warung kelontong > 3 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor Kedai & Penginapan | Jumlah Kedai dan Penginapan > 1 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor POS & Logistik | Jumlah pos dan jasa logistik = 0 | Pembangunan Jasa Logistik dan Kantor Pos |
|
0,0000 | 0,0278 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor Bank & BPR | Jumlah bank dan BPR = 0 | Fasilitasi Pembangunan Bank Pemerintah, Swasta &/ BPR |
|
0,0000 | 0,0278 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor Kredit | Jumlah fasilitas kredit = 2 | Penambahan 2 jenis Fasilitas Kredit (KUR/KKPE/KUK/Kredit lainnya)(Identifikasi kekurangan akses kredit) |
|
3,0000 | 0,0111 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor Lembaga Ekonomi | Jumlah koperasi aktif dan BUMDESA > 1 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor Moda Transportasi Umum | Transportasi Umum tidak ada | Fasilitasi Pengadaan Transportasi Umum dengan Trayek Tetap |
|
1,0000 | 0,0222 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor Keterbukaan Wilayah | Jalan di Desa dilalui oleh kendaraan bermotor roda empat atau lebih Sepanjang Tahun | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Ekonomi | Skor Kualitas Jalan | Jenis permukaan jalan desa Aspal atau beton | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Lingkungan | Skor Kualitas Lingkungan | Pencemaran (air, udara, tanah, limbah disungai) di desa [jumlah pencemaran/4] = 0 | — |
|
5,0000 | 0,0000 |
| Ketahanan Lingkungan | Skor Rawan Bencana | Jenis bencana (longsor, banjir, kebakaran hutan) jenis bencana di desa = 1 | Identifikasi 1 Jenis bencana (longsor, banjir, kebakaran hutan) untuk penanganan pencegahan |
|
4,0000 | 0,0222 |
| Ketahanan Lingkungan | Skor Tanggap Bencana | Fasilitas mitigasi/tanggap bencana (peringatan dini bencana alam, peringatan dini tsunami, perlengkapan keselamatan, jalur evakuasi) jumlah fasilitas mitigasi / tanggap bencana = 1 | Pembangunan/Pengadaan 2 Fasilitas Mitigasi Bencana Sesuai karakteristik wilayah (Kebutuhan sesuai hasil identifikasi kerawanan/potensi bencana) |
|
3,0000 | 0,0444 |
Cuaca nagari dari BMKG.
Diperbarui berkala mengikuti sumber resmi BMKG.
Prakiraan cuaca belum tersedia
Layanan BMKG sedang tidak dapat dihubungi, atau kode wilayah nagari belum terdaftar di sana.